Peran Rumah Tangga dalam Perekonomian: Pentingnya Kontribusi Keluarga dalam Membangun Ekonomi
Peran rumah tangga dalam perekonomian sangatlah penting. Kontribusi keluarga dalam membangun ekonomi tidak boleh dianggap remeh. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 70% pekerja di Indonesia adalah perempuan yang banyak bekerja di sektor rumah tangga. Hal ini menunjukkan betapa besarnya peran keluarga dalam menggerakkan roda perekonomian negara.
Menurut ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, “Peran rumah tangga dalam perekonomian sangatlah vital. Banyak pekerjaan di rumah tangga yang tidak terhitung dalam statistik resmi, namun memberikan kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Mulai dari mengurus anak, memasak, hingga membersihkan rumah adalah pekerjaan yang tak ternilai harganya.”
Tidak hanya itu, Perbanas Institute juga menyatakan bahwa kontribusi keluarga dalam membangun ekonomi tidak hanya terbatas pada pekerjaan rumah tangga saja. Namun, keluarga juga berperan dalam mengelola keuangan, merencanakan investasi, dan mendidik anggota keluarga agar memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Retno Menke, menyatakan, “Keluarga adalah pilar utama dalam pembangunan ekonomi. Peran ibu sebagai pengelola rumah tangga sangat penting dalam menciptakan keseimbangan antara kebutuhan anggota keluarga dan pengeluaran rumah tangga.”
Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa peran rumah tangga dalam perekonomian sangatlah penting. Kontribusi keluarga dalam membangun ekonomi merupakan fondasi utama dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlunya diakui dan dihargai setiap peran yang dilakukan oleh anggota keluarga dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga maupun negara secara keseluruhan.